Pelatihan Pengelolaan Laboratorium Untuk Laboran yang Lebih Terampil

Pelatihan Pengelolaan Laboratorium Untuk Laboran yang Lebih Terampil

Tuntutan global akan mutu pendidikan membawa konsekuensi untuk memperkuat penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), khususnya pembelajaran praktik di laboratorium dan skills lab untuk penguasaan ketrampilan. Hal ini dikarenakan sistem pendidikan tinggi para lulusan diharuskan mempunyai kemampuan untuk menerapkan materi yang sudah dipelajari di kelas. Tuntutan kompetensi ini dapat diwujudkan apabila peserta didik melakukan pengalaman belajar skills lab di laboratorium. Laboratorium merupakan tempat melakukan aktifitas untuk menunjang proses pembelajaran, yaitu analisis, diskusi ilmiah, penelitian, pengabdian masyarakat, pengembangan ilmu pengetahuan baru melalui serangkaian debat ilmiah yang ditunjang oleh tersedianya referensi muktahir, serta pengembangan metode, perangkat lunak, peraturan, dan prosedur praktikum.

Pelayanan laboratorium juga perlu ditingkatkan seiring dengan kemajuan informasi komunikasi tehnologi. Pelayanan laboratorium perlu mengedepankan kepuasan pelanggan dengan menyediakan informasi secara luas, cepat, dan tepat. Sehingga pelayanan berbasis tehnolgi informasi komunikasi perlu ditingkatkan, sehingga kemudahan dalam pelayanan yang tidak mengenal tempat dan waktu bisa terus terlayani.
Pendidikan tenaga kesehatan merupakan pendidikan yang diharapkan menghasilkan keterampilan khusus/spesifik, untuk itu kurikulum pendidikan tenaga kesehatan memuat kurikulum inti maksimal 80% dan kurikulum institusi minimal 20%. Struktur program pendidikan tenaga kesehatan memuat 40% kandungan materi teori dan 60% materi praktik/skills, sehingga laboratorium/skills lab memegang peranan penting dalam pencapaian kompetensi yang disyaratkan dalam kurikulum.

Seiring dengan tuntutan tersebut, peran serta tenaga laboran di laboratorium menjadi sangat penting sebagai pelaksana teknis yang bertanggung jawab menyediakan fasilitas laboratorium untuk berbagai kegiatan dan aktifitas yang akan di lakukan di laboratorium. Di mulai dari perawatan dan pengelolaan laboratorium, persiapan uji coba/analisa, bimbingan praktik hingga pendampingan pada saat aktifitas kerja/percobaan di lakukan.

Mengingat peran seorang laboran sangat penting dalam menunjang seluruh aktifitas di laboratorium, maka kemampuan dan kompetensi seorang tenaga laboran penting untuk di tingkatkan. Di mana hal ini perlu di persiapkan mengingat kemajuan teknologi, perkembangan ilmu pengetahuan terus berkembang sehingga wawasan dan peran seorang tenaga laboran sangat di butuhkan untuk menjawab semua tantangan tersebut.

Melalui program pelatihan pengelolaan laboratorium pendidikan kesehatan ini diharapkan laboratorium dan laboran dapat terstandar dalam menunjang proses pembelajaran yang berkesinambungan, sehingga seluruh infrastruktur di laboratorium siap dan mampu menjawab tantangan jaman dan teknologi yang terus berkembang serta daya saing yang terus meningkat.

Oleh karena itu, UPT Laboratorium UNISA menggagas untuk mengadakan pelatihan untuk tenaga laboran kembali. Kali ini UPT Laboratorium UNISA mengambil tema “Setting Laboratorium Metode OSCE dan Pelayanan Laboratorium Berbasis Teknologi”. Diharapkan melalui pelatihan ini skill para laboran akan semakin bagus dalam hal manajemen laboratorium untuk meningkatkan kualitas institusinya. Dengan bekerjasama dengan pembicara yang sudah berkompetensi dibidangnya, diharapkan antusias peserta akan lebih banyak dari pelatihan sebelumnya. Pelatihan ini akan dilaksanakan pada bulan September 2018 yaitu pada tanggal 12-13 yang bertempat di gedung B Universitas AIsyiyah Yogyakarta.

Pelatihan Laboratorium
Pelatihan Laboratorium

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *