YOGYAKARTA – Sebagai wujud komitmen dalam memperkuat penguasaan teknologi dan instrumen laboratorium di kalangan tenaga pendidik, UPT Laboratorium Terpadu Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menyelenggarakan rangkaian pelatihan penggunaan alat laboratorium modern. Sepanjang bulan Maret hingga April 2026, UPT Laboratorium sukses memfasilitasi pelatihan penggunaan Spektrofotometer dan Spirometer bagi para dosen lintas program studi.

Kepala UPT Laboratorium UNISA Yogyakarta, Dr. Dhesi Ari Astuti, S.Si.T., M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan langkah strategis institusi dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan penelitian.

“Penguasaan alat laboratorium yang baik diharapkan mampu menunjang pelaksanaan praktikum mahasiswa secara maksimal, sekaligus menghasilkan luaran penelitian dosen yang lebih optimal dan berkualitas,” ungkap Dr. Dhesi.

Penguasaan Analisis Sampel melalui Pelatihan Spektrofotometer

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelatihan penggunaan Spektrofotometer pada tanggal 3 Maret 2026. Pelatihan ini secara khusus melibatkan dosen dari Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (TLM), Program Studi Sarjana Kedokteran, serta Program Studi Bioteknologi.

Kegiatan dikemas melalui perpaduan antara penyampaian materi dan praktik langsung (hands-on). Peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai:

  • Prinsip kerja dasar spektrofotometer

  • Prosedur kalibrasi alat yang presisi

  • Teknik analisis sampel yang tepat dan akurat

Dalam sesi praktik, peserta didampingi oleh instruktur berpengalaman untuk mengoperasikan alat secara langsung, sehingga pemahaman yang didapatkan menjadi jauh lebih aplikatif.

Penguatan Diagnostik Klinis dengan Pelatihan Spirometer

Melanjutkan komitmen tersebut, UPT Laboratorium Terpadu kembali menggelar pelatihan penggunaan Spirometer pada 24 April 2026. Alat diagnostik penunjang pembelajaran ini difokuskan bagi dosen dari rumpun ilmu kesehatan lainnya, meliputi:

Pelatihan ini menitikberatkan pada keterampilan operasional alat, mulai dari fungsi dan cara kerja, alur pemeriksaan fungsi paru yang benar, hingga pembacaan dan analisis hasil. Peserta secara langsung mencoba penggunaan alat dalam skenario pemeriksaan yang disimulasikan menyerupai kondisi klinis di lapangan.

Menyambut tersedianya fasilitas baru ini, Dr. Dhesi Ari Astuti turut mengingatkan pentingnya optimalisasi penggunaan alat untuk mendukung pendidikan dan Penelitian. Beliau juga berpesan agar seluruh pengguna memiliki tanggung jawab penuh dalam menjaga dan merawat alat dengan baik agar manfaatnya berkesinambungan.

Antusiasme dan Harapan ke Depan

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi di kedua rangkaian kegiatan tersebut. Hal ini tampak dari aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai pengalaman penggunaan alat di prodi masing-masing, kendala teknis, hingga interpretasi hasil pengukuran.

Melalui pelatihan berkelanjutan ini, UPT Laboratorium Terpadu UNISA Yogyakarta berharap kesiapan dosen dalam mengintegrasikan instrumen modern ke dalam kegiatan pembelajaran semakin meningkat. Hal ini pada akhirnya akan memperkuat peran laboratorium sebagai pusat unggulan (center of excellence) dalam menunjang kegiatan akademik, riset, serta mencetak lulusan tenaga kesehatan yang kompeten dan berdaya saing.

Editor: Firmansyah